Kamis, 11 Februari 2010



Jakarta
Banjir ternyata tak hanya membuat rumah terendam air tapi juga dapat membuat seseorang kehilangan bola matanya. Dan itu dialami oleh seorang anak berusia 6 tahun bernama Afrida.
Pada saat Afrida berusia 1,5 th terdapat bintik putih di kornea mata sebelah kanan. Kemudian orangtuanya membawa berobat ke dokter selama 2 bulan tapi bintik tersebut tidak hilang juga. Keluarga sempat beralih ke pengobatan alternatif yang dijalani selama lebih kurang dua bulan, tapi malah keluar air mata terus menerus. Akhirnya Afrida kembali lagi ke dokter yang pertamakali mengobatinya dan disarankan untuk ke Rumah Sakit Umum Bekasi.
Dokter mata di RSU Bekasi yang mencurigai adanya gejala keganasan pada mata Afrida langsung merujuknya ke RSCM pada akhir tahun 2003. Di RSCM dilakukan serangkaian pemeriksaan sehingga akhirnya diagnosis mata Afrida pasti sudah, yaitu Retinoblastoma stadium II. Sebuah kasus tumor ganas pada mata yang menyerang anak-anak. Demi menyelamatkan nyawa Afrida dokter menganjurkan untuk segera operasi. Seminggu kemudian diangkatlah bola mata Afrida.
Keprihatinan yang mendalam terhadap kondisi gadis kecilnya yang hanya bermata sebelah membuat Ayah Afrida mengalami stroke. Beliau akhirya wafat di tahun 2006. Sementara itu setelah pengangkatan bola mata, Afrida telah 20 kali disinar dan dikemoterapi selama 18 bulan.
Tahun 2007 Afrida dibuatkan bola mata palsu oleh Ibu Laila Darmaji dan bertahan sampai 6 bulan lamanya. Kemudian selama setengah tahun berikutnya Afrida memakai bola mata palsu berbentuk kacamata. Namun, takdir Allah berlaku. Pada akhir 2008 rumah mereka di daerah Jati Asih, Bekasi terendam banjir. Bersamaan dengan itu, hanyut pula bola mata palsu Afrida.....
Afrida, bungsu dari 4 bersaudara. Sekarang bermata sebelah. Dokter yang merawatnya di RSCM menyarankan dioperasi lagi. Pihak keluarga sangat mengharapkan bantuan dari para donatur, agar Afrida bisa memiliki bola mata model kaca mata yang bisa ditautkan ke belakang telinga. Harga satu bola mata yang ditempel langsung pada kaca mata adalah 5 juta rupiah.
Pada 3 tahun yang lalu BSMI telah membantu CT Scan Afrida, Sekarang pihak keluarga mengharap kembali bantuan BSMI. Keluarga sangat bersyukur, karena dari 5 orang yang bernasib sama dengan Afrida hanya dia yang masih selamat hingga sekarang. Karena pihak keluarga sangat menyayangi dan berkorban demi kesembuhan dan pengobatan Afrida, bahkan hingga rumahnyapun tergadai di Bank.
Mungkinkah ada yang tergerak membantu Afrida bersama BSMI?
Email:layananbsmi@bsmipusat.net
Donasi :BANK SYARIAH MANDIRI cabangJatinegara norek 0660008520 a.n. Bulan Sabit Merah Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar